|
Aku seringkali merasa malas melakukan sesuatu dan menunggu mood baru sesuatu itu aku lakukan. Salah satu alasan mengapa MP-ku tidak seramai MP-nya Mas Tian apalagi Mpok Ari adalah karena aku seringkali menunggu mood dulu sebelum mulai menulis. Mood ini tidak hanya menjadi masalahku dalam hal tulis-menulis dan isi-mengisi MP ataupun blog. Lebih parah lagi, juga mempengaruhi banyak hal seperti mood mengerjakan tugas kuliah, mood programming, dan bahkan mood menyiram bunga dan mood memotong rumput. Baru saja aku membaca blog-nya Titin dan menemukan fakta baru bahwa ternyata ada observasi yang menunjukkan bahwa "pulang ke Indonesia" bagi mahasiswa Indonesia yg sekolah di Jepang ternyata men-down-kan mood. Hasil observasi ini membuatku berhipotesa bahwa salah satu hal yang mempengaruhi mood ini adalah lingkungan. Mood teman-teman yang sekolah di Jepang jadi berubah karena terpengaruh oleh mood orang-orang di sekitarnya. Lho, bagaimana dong dengan aku yg di Indonesia ? Mungkin mood bekerja, berkreatifitas, belajar dan menyiram bunga (lho, kok menyiram bunga masuk lagi di sini ?) juga terpengaruh oleh orang-orang di sekitarku. Memang hampir tidak pernah aku melihat orang yg bersemangat bekerja di sekitarku. Mayoritas orang tersebut bekerja hanya karena BU saja (alias Butuh Uang). Semisal mereka tetap dapat uang namun tidak bekerja, mungkin mereka tidak akan bekerja. Walaupun demikian, rasanya kurang tepat juga jika menyerahkan kendali mood pada lingkungan saja. Jika saja lingkungan selalu bisa dipilih, maka mungkin menyerahkan kendali lingkungan pada mood boleh-boleh saja. Namun celakanya tidak semua orang bisa memilih lingkungannya. Kadang orang mempunyai kurang banyak alternatif sehingga pilihan terbaikpun belum tentu pilihan ideal. Oleh karenanya, alangkah baiknya jika saja mood itu bisa dikendalikan secara internal dan tidak lagi dikendalikan oleh faktor luar. Nah, pertanyaanya ? Darimana datangnya mood ? Bagaimana caranya mengendalikan mood secara internal ? Ada yang mau berbagi pengalaman ? |
| Anjar Priandoyo July 10, 2006 07:35 PM PDT Mood sama inspirasi beda engga? kalau nulis kayanya yang susah tuh mencari inspirasi deh, kalau udah ada ide/inspirasi tinggal kesungguhan untuk nulisnya, kesungguhan itu nurutku = mood. | ||
| ilma July 1, 2006 12:29 PM PDT bikin to-do list aja bang, biasanya berhasil kok :) | ||
| ti2n June 26, 2006 08:43 AM PDT wahhh... ternyata Bank Al punya masalah dengan mood juga... hihihi ^_^ memang sih, penyakit malas itu sangat berbahaya. titin aja belum bisa menghindarkan diri klo pas gejalanya kambuh. toloong...!!!! | ||
| nanang June 24, 2006 02:57 PM PDT Kalo di liat dari proses, orang indonesia, di lingkungan indonesia, punya mood kayak di jepang berarti hebat banget, bahkan lebih hebat di banding orang jepang, bener kan Bang?kalo 'Titin' itu bisa berarti dia hebat banget, bisa mengalahkan kemaren habis baca2 buku how to be like Michel Jordan, Jordan menjadi pemain hebat karena moodnya yg stabil di setiap pertandingan.Caranya gak tau :P | ||
| Leave a Comment: |