Namaku Bank Al
Catatan Petualangan, Pemikiran dan Harapan



Monday, March 21, 2005
Siapa sih Anne Ahira ?

Anne Ahira ? Aku pernah mendengar nama itu beberapa bulan yg lalu. Namun aku tak ingat lagi sampai hari ini tiba-tiba ada forwardan pada sebuah milis yg menyinggung namanya. Yg membuatku begitu tertarik adalah ulasan di kompas yg menyatakan bahwa Anne Ahira itu begitu terkenalnya sehingga patut disejajarkan dengan Susi Susanti. Wow, sebagai pengagum Susi Susanti dan sebagai pemain badminton (walaupun kalau main sering kalah) tentu saja aku ingin cari tahu lebih banyak tentang Anne Ahira dong ya ? :)

Tentu saja Mister Google adalah teman yg tepat untuk bertanya. Kutuliskan saja Anne Ahira pada dan click search. Dan seperti biasa, bejibun pages bermunculan di search result yg seperti biasa akan membuatku bingung untuk memilih page mana yg sesuai dengan yg aku cari. (I'm not damn good at searching somethin on google). Dan kubukalah salah satu page mengenai Anne Ahira. Page tersebut menceritakan begitu banyak penghasilan yg bisa didapat oleh seorang Anne. Namun masih membuatku bingung karena aku tak menemukan bagaimana caranya dia bisa kaya. Ada kata kunci "internet marketing" pada website tersebut, yg langsung mengingatkanku pada sesuatu yg namanya MLM dan juga spam.

Informasi tersebut tak cukup buatku, dan oleh karenanya daku terus mencari.
Rupanya hari ini aku sedang mujur. Nggak sengaja daku menclok pada blog seorangyg bernama Priyadi yg membuka mataku tentang siapa Anne Ahira ini.  Well, dari situlah baru aku sadar dan teringat kembali bahwa aku memang pernah membuka website Anne tersebut dulu, namun karena tak tertarik maka daku melupakannya. Aku memang tak tertarik pada MLM, karena menurutku yg namanya MLM itu hanya menawarkan omong kosong.

Rupanya Anne Ahira ini memang sedang mengisi hariku pada hari ini. Tiba-tiba saja di mailboxku di yahoo kutemukan sebuah e-mail yg subject-nya "tawaran kerja sama". Pada awalnya aku tak tahu apa yg ditawarkan si penulis ini. Dia mengaku menemukan nama dan alamat saya pada situs ilmukomputer.com. Selintas aku terpikir bahwa orang ini barangkali akan menawarkan sebuah kerja sama berbentuk penulisan atau sesuatulah mengingat hasil karyaku pada situs tersebut adalah sebuah tulisan yg berjudul pengantar cisco router.

Setelah kutanya balik apa yg ditawarkan, barulah aku sadar bahwa orang ini adalah orang yg bergabung dengan bisnis-nya Anne Ahira. Wow, sebuah kesempatan buatku untuk bertanya lebih jauh. Siapa tahu khan Priyadi dalam blog-nya mempunyai opini pribadi yg tidak benar tentang Anne Ahira ?

Berikut adalah bait-bait e-mail yg aku kirimkan pada orang tersebut:
---- start quote ----
Tadi pagi saya dapat forward-an e-mail di milis
tentang Anne Ahira. Keingin-tahuan saya membuat saya
iseng2 melihat di google siapa itu Anne Ahira.
Ternyata saya temukan pendapat pro dan kontra
mengenainya.

Saya sendiri tak paham peris sebenarnya apa yg
dilakukan oleh Anne Ahira dan anda-anda sekalian ini.,
karena di website itu, dan juga yg anda kirim tak
disebutkan secara lebih jelas apa yg anda tawarkan.

Bisa diberi penjelasan lebih lanjut ? apa yg anda
maksud dengan internet marketing ? Asumsi saya, dalam
sebuah internet marketing ini tentunya ada sebuah
produk yg ditawarkan. Produk apa yg ditawarkan ? (saya
belum menemukannya dari website yg anda tuliskan). Dan
bagaimana bentuk kerja sama yg anda tawarkan
?
----- end quote----

Aneh, sebelumnya dia menjawab begitu cepat. Begitu kutanyakan pertanyaan sederhana di atas dia langsung menghilang tak menjawab e-mailku lagi hingga aku menuliskan blog ini.
Apa boleh buat, tahi kambing bulat-bulat, barangkali memang bisnis yg ditawarkan Anne Ahira ini memang bukan sesuatu yg layak jual (kecuali buat orang yg mudah tertipu karena iming2 cepat kaya). Oleh karenanya, pencarian tentang Anne Ahira aku akhiri di sini.

Posted at 08:02 pm by bank_al
Comments (20)  




Friday, March 04, 2005
Judging or Perceiving

Andai teman-teman pernah berkunjung ke kamar kost-ku, atau ke kamarku sewaktu aku masih single dahulu, tentu teman-teman akan tahu seperti apa yg namanya kapal pecah itu. Atau kalau nggak mau sebegitu dramatis, katakanlah kamarku seperti mikrolet terbalik deh.
Anehnya, aku sendiri tak pernah merasakan ketidak nyamanan di dalam mikrolet terbalik itu walaupun sebagian teman-temanku suka menggeleng2kan kepalanya ketika melihatku demikian.

Setelah aku menikah dengan Dinda tercinta, suasana kamar berubah. Kamarku selalu rapi. Dinda senang sekali merapikan kamar dan menata rumah. Aku kadang suka kena semprot karena menaruh baju kotor sembarangan, menggeletakkan buku yg habis dibaca seenaknya, dan juga lupa mengijak keset ketika keluar dari kamar mandi sehingga bikin lantai becek.

Walaupun sering kena omel, namun aku tidak sakit hati dan senyum saja. Aku sadar bahwa style kami berbeda. Dan ini juga sering aku lihat terjadi pada kedua orang tuaku dulu. Beda- nya, Ayahku yg senang dengan keteraturan, sementara Ibuku style-nya cuek bebek acak adul seperti aku.

Beberapa hari ini, aku baru sadar bahwa sebenarnya perbedaan style antara aku dan Dinda ini sebenarnya bukan hal baru di ilmu psikologi. Ada sebuah test kepribadian yg populer digunakan oleh para psikolog yg dinamakan MBTI test. Test ini didasarkan oleh teorinya Tante Myerr dan Briggs, sehingga terciptalah indikasi yg dinamakan Myers Briggs Type Indicator.

Salah satu pengkategorian yg dilakukan pada MBTI adalah kategori berdasarkan stye yg disukai pada kehidupan sehari-hari. Apakah Judging ? atau Perceiving ?

Seseorang yg menyukai hidup dengan teratur, memiliki jadwal yg terorganisir, lingkungan yg teratur, dan serba keteraturan dikenal dengan style Judging. Sedangkan yg lebih suka dengan hidup santai, selalu terbuka pada peluang, flexible, senang dengan kejutan, dan hidupnya mengalir seperti air adalah yg dikenal dengan style Perceiving.

Contoh di atas memperlihatkan bahwa aku adalah seorang yg P, sementara dinda adalah seseorang yg J.  Sebenarnya sudah lama aku melakukan MBTI Test, dan tahu bahwa aku adalah seorang ENTP (Extrovert Intuitive Thinking Perceiving). Namun baru kali ini aku sadari bahwa implementasinya dalam bentuk nyata, yaitu bagaimana menjelaskan aku dan Dinda.

Tentu saja akan lebih menarik lagi kalau dikupas juga apa itu komponen E, N dan T. Dengan pengetahuan akan tipe kepribadian ini, kita akan lebih mudah memahami orang, mengerti orang, dan beradaptasi.
Lantas kapan dong bank al jelasin yg E, N dan T-nya ? Kapan2 deh kalau sempat.... he he he

Teman2 sendiri gimana ? termasuk Judging atau Perceiving ? 

Posted at 07:46 pm by bank_al
Comments (3)  




Thursday, February 17, 2005
Faktor Keberuntungan - Bagian 10

Faktor Keberuntungan – Bagian 10

Prinsip 3: Expect good fortune

Sub Prinsip 2: Lucky people expect their good luck to continue in the future

Kali ini Om Wiseman menemukan hubungan harapan dan keberuntungan. Survey terhadap kelompok beruntung dan kelompok tak beruntung menunjukkan presentasi yg signifikan yg menyatakan bahwa orang-orang beruntung itu memiliki harapan yg besar (bahkan bisa dikatkan yakin) bahwa keberuntungan akan selalu menyertainya. Orang-orang kelompok beruntung percaya bahwa keberuntungan-keberuntungan yg didapatinya selama ini akan terus berlanjut didapatinya.

Menurut Om Wiseman, dengan adanya harapan yg kuat tersebut, secara tak sadar si beruntung akan mengubah sikap-nya sehingga akhirnya keberuntungan itu memang datang.

Barangkali kita pernah mengalami hal-hal yg serupa namun tak menyadarinya. Bayangkan suatu saat anda sedang dalam kondisi kusut. Ada begitu banyak masalah yg harus diselesaikan sehingga hari itu terasa berat sekali buat anda. Tiba-tiba anda bertemu dengan seorang Paranormal yg sangat anda percaya kepiawaiannya meramal. Si Paranormal memegang tangan anda, membaca telapak tangan anda, mengamati raut wajah anda, dan kemudian berkata,"Dalam waktu dekat kamu akan mendapatkan rezeki nomplok". Setelah mendengar ramalan si paranormal itu wajah anda akan berubah menjadi ceria (yg tadinya kusut kayak baju belum disertika). Dan ternyata memang tak lama kemudian anda mendapatkan rejeki nomplok itu.

----------- cut ------------

Sengaja aku cut, supaya nggak kepanjangan.
Kalau mau baca tulisan lengkapnya, silahkan ikuti link di bawah ini.
http://www.geocities.com/bank_al/writing/LuckFactor/LuckFactor10.htm

Jangan lupa tulis comment ya kalo dah baca. :)


Posted at 12:39 pm by bank_al
Comments  




Wednesday, February 16, 2005
Badai di Yogya

Minggu yg lalu, tepatnya pada tahun baru China dan tahun baru Hijriyah aku ke Yogya mengunjungi adik2 dan sodara2 di Yogya.  Saat itu Yogya sedang heboh karena ada issue yg mengatakan bahwa Yogya akan diterpa badai dari Austarlia. Berita kedatangan badai ini ada 2 versi, dari versi teknilogi dan dari versi mistis. Versi teknologi adalah laporan dari sebuah lembaga meteorologi yg aku lupa namanya. Versi mistisnya adalah mimpi Sri Sutan yg mengisyaratkan hal yg sama.

Issue ini menjadi makin berkembang karena masyarakat Yogya masih banyak yg percaya mistis. Konon, dalam beberapa hari penduduk Yogya melakukan berbagai upacara agar bencana tersebut bisa ditangkal. Upacara model begini nggak hanya terjadi di kampung2, namun terjadi juga di mesjid-mesjid dan tempat ibadah.
Akhirnya, dikhabarkan lagi Sri Sultan kemudian berkomunikasi dengan Kanjeng Ratu Kidul (yg sekarang menjadi bitang film dan dikenal dengan Nyi Roro Kidul). Hasil komunikasi ini adalah 3 tawaran dari Kanjeng Ratu kepada Sri Sultan.
Sri Sultan disuruh memilih 1 diantara 3 pilihan bencana, yaitu:
   1. Hujan badai yg mengakibatkan banjir
   2. Gempa Bumi
   3. Panas berkepanjangan yg mengakibatkan kekeringan

Dari ketiga pilihan itu, Sri Sultan memilih yg nomer 3, yaitu panas berkepanjangan. Walhasil, ketika aku mendarat di Yogya (pada tanggal 9), Yogya memang panas minta ampun. Sumuk banget deh pada saat itu di Yogya. Walaupun aku tak percaya mistis, hari itu situasi memang mendukung, sehingga aku cuma manggut2 aja mendengar cerita itu.

Esok harinya, rupanya cerita jadi berbeda. Karena hujan mulai turun, dan bahkan tak henti2 dari pagi hingga malam. Aku nyengir, dan nyeletuk, "Wah, rupanya Kanjeng Ratu lagi istirahat... makanya sekarang hujan...."
Entahlah bagaimana perkembangan issue ini sekarang. Aku tak tahu lagi, karena saat ini daku tlah sampai lagi di Jakarta.


Posted at 09:28 am by bank_al
Comments (4)  




Next Page



bank_al
My name is Alfred Alinazar. People call me "bank al". If you meet someone called himself "bank al", he's most probably me.

[ online ]



   





<< April 2005 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30






Contact Me

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:




rss feed