Namaku Bank Al
Catatan Petualangan, Pemikiran dan Harapan



Monday, May 15, 2006
Menghadapi Salesperson dengan Kaset Kusut

Menghadapi Salesperson seringkali bukan hal yang mudah, terlebih lagi jika salesperson ini menghubungi kita dengan telemarketing alias menghubungi kita lewat pesawat telepon untuk menjual produk-produk-nya.
Secara teknis sebetulnya kita punya hak untuk menolak untuk mendengarkan presentasi seorang Salesman, namun seringkali tidak mudah melakukannya dengan cara yang dianggap sopan. Lebih sial lagi, karena sulitnya melakukan penolakan ini, terkadang kita malah menjadi terjebak untuk membeli produk tersebut.

Entah bagaimana cara Salesperson ini menemukan nomer telponku, aku begitu sering menerima telpon dari orang yang tidak dikenal dan menawarkan produk.
Para Sales ini memulai pembicaraan dengan cara yang cantik, seperti mengatakan bahwa saya baru saja menjadi seorang yg terpilih dari ribuan pelanggan kartu kredit untuk mendapatkan sebuah penawaran Istimewa, alasan survey, atau berbagai alasan lainnya. Hebatnya lagi, para salesperson ini begitu terlatih untuk menggiring pembicaraan sehingga sulit sekali bagi kita untuk menyelesaikan pembicaraan dengan sopan dan menutup telpon.

Sebagai contoh adalah pembicaraan berikut di bawah ini:
Salesperson: Selamat siang Pak Gemblung. Saya Sulastri dari PT Abrakadabra ingin mengucapkan selamat pada Bapak karena bapak telah saja terpilih dari sejuta pelanggan Kartu KerPor untuk memenangkan sebuah kesempatan istimewa untuk mendapatkan kartu kredit UcritBank. Kartu ini bla bla bla bla bla....
Gemblung: Maaf Pak, saya tidak tertarik.
Salesperson: Kalau boleh tahu, apa yg membuat tidak tertarik Pak ? Apakah karena bunganya ? Atau limitnya ?
Gemblung: Limitnya terlalu rendah, dan juga bunganya agak tinggi
Salesperson: Kartu Kredit UcritBank ini mempunyai limit lebih besar dari kartu kredit lainnya lho Pak. Sebagai contoh bla bla bla bla bla.....
Bagaimana Pak, ingin memilih yg Perak atau yg Emas ?
Gemblung: hmmmm..... gimana ya Pak ?
Salesperson: Yang Perak memiliki keuntungan bla bla bla... .sementara yg Emas adalah bla... bla bla bla....
Jadi, saya kirim kartunya besok atau lusa Pak ?
Gemblung: hmm....lusa deh

Dan akhirnya, si Gemblung mau juga deh menerima tawaran kartu kredit UcritBank tersebut. Padahal khan si Gemblung tadinya nggak kepingin. Hanya karena si Gemblung tidak tahu bagaimana caranya menutup pembicaraan, maka si gemblung terjebak untuk membeli.
Kalaupun tidak terjebak untuk membeli, si Gemblung telah kehabisan waktu begitu lama karena si salesperson menyita waktunya dengan menjelaskan produk-nya dan pembicaraannya tak bisa dihentikan.

Salah satu cara yg paling ampuh adalah cara yg digunakan oleh Mrs R teman saya. Dia akan langsung menjawab "tidak tertarik !!!!", dan langsung menutup telpon tanpa basa-basi lagi. Cara ini memang ampuh, namun tidak semua orang tega melakukannya.

Cara yg saya coba tawarkan pada tulisan ini adalah sebuah teknik yg dikenal dengan nama "Broken Record" atau Kaset Kusut. Teknik ini menurut saya cukup ampuh dan sopan untuk menghentikan seorang salesperson. Metodenya adalah dengan mengulang-ulang apa yg ingin kita katakan tanpa perlu penjelasan lain.

Sebagai contoh, mari simak pembicaraan berikut.
Salesperson: Selamat siang Pak Gemblung. Saya Sulastri dari PT Abrakadabra ingin mengucapkan selamat pada Bapak karena bapak telah saja terpilih dari sejuta pelanggan Kartu KerPor untuk memenangkan sebuah kesempatan istimewa untuk mendapatkan kartu kredit UcritBank. Kartu ini bla bla bla bla bla....
Gemblung: Maaf Pak, saya tidak tertarik.
Salesperson: Kalau boleh tahu, apa yg membuat tidak tertarik Pak ? Apakah karena bunganya ? Atau limitnya ?
Gemblung: Maaf Pak, saya tidak tertarik
Salesperson: Boleh saya tahu apa yg membuat bapak tidak tertarik ?
Gemblung: Maaf Pak, saya tidak tertarik.
Salesperson: Baiklah Pak, kalau begitu, selamat siang.
Gemblung: Selamat Siang

Dari contoh di atas, bisa dilihat teknik kaset kusut telah membuat si salesperson kehabisan ide dan tak tahu lagi mau bicara apa sehinga si salesperson mengakhiri pembicaraannya dan tidak berhasil memaksa kita untuk membeli produknya.

Teman2 pernah mengadapi masalah yg sama dengan salesperson ? Sudahkan teman2 mencoba teknik kaset kusut ini ? atau punya metode lain yg juga ampuh ?
Share dong pengalamannya....

 


Posted at 01:23 pm by bank_al
Comments (4)  




Tuesday, April 25, 2006
Transparansi

Dalam beberapa hal orang menuntut Transparansi. Seperti contohnya
dalam hal mengurus negara, atau berbagai kebijakan lainnya.

Transparansi itu sebetulnya berarti membuat bagian yg tertutup menjadi
tembus pandang. Kalau sesuatu itu dibuka, maka itu artinya telanjang,
bukan lagi Transparan.

Coba saja pikirkan sebuah baju yg transparan.  Walaupun baju tersebut
menutupi bagian-bagian yg ditutupi, namun karena adanya transparansi
maka orang lain masih bisa melihat apa yang ada di balik baju
tersebut.

Lantas, kenapa ya perlu ada usaha untuk menutup sesuatu padahal pada
akhirnya juga orang bisa lihat isinya ya ? Apakah karena mengintip itu
lebih nikmat daripada melihat langsung ya ?


Posted at 04:44 pm by bank_al
Comment (1)  




Wednesday, March 08, 2006
Gemuk

Akhir-akhir ini aku seringkali mendengar komentar teman-temanku seperti ini:
 "Bang Al, sekarang gemuk ya ?"
 "Ini Mas Al ? Kok sekarang gemuk ya ?"
 "Bang Al, tambah montok ya ?"
 "Mas, itu perutnya udah kayak bapak-bapak."
 "Whuiiih... semok euih."
Dan berbagai komentar senada.

Suatu hal yg tidak pernah aku perkirakan sebelumnya bahwa aku akan
bisa gemuk, apalagi gembrot seperti sekarang. Beratku dibanding berat
di masa kuliah sudah berbeda 25 kg. Sulit kubayangkan sekarang kok
bisa ya aku hidup normal dengan berat 25 kg lebih ringan daripada
berat yg sekarang.

Apa sih yg membuat gemuk ? Apa makanku sekarang tambah banyak ?
Kayaknya ndak juga sih. Makanku dari dulu sampai sekarang tetep aja
banyak. Namun dulu ndak berubah jadi daging, cuma berubah jadi rambut.
Sekarang makan dikit ataupun banyak, tetep aja jadi daging.

Yg jelas, hidup setelah menikah memang berbeda dengan hidup sebelum
menikah. Berbeda dengan perkiraaan sewaktu bujang, ternyata hidup
setelah menikah itu lebih enteng. Rasanya aku hampir tak pernah lagi
merasakan suntuk dan overload seperti waktu belum menikah dulu.
Padahal dulu aku pikir setelah menikah itu masalah akan tambah banyak,
otak tambah suntuk, dan badan makin kurus. Eh, rupanya salah
spekulasi, bukannya jadi kurus kok malah jadi makin gemuk.

Aih, gimana ya caranya ngecilin perut ?

Posted at 05:20 pm by bank_al
Comments (4)  




Monday, February 27, 2006
Ojeq

Tadi siang aku dikerubutin tukang Ojeq ketika sedang menunggu kendaraan untuk kembali dari Ambassador ke kantor.

Aku tanya: Sentra Mulia berapa Bang ?
Tukang Ojeq: 5 ribu
Aku: Mahal amat bang. 3 ribu bisa ?
Tukang Ojeg: Gak bisa
Aku: 4 ribu gimana ? Naik taksi juga 5 ribu. Masak harganya sama dengan naik taksi ?
Tukang Ojeq: Ya udah, naik taksi aja sana. (sambil pasang muka belagu)

Tukang Ojeg yg lain nyamperin, dan juga bilang harga 5 ribu. Aku ndak banyak tanya, aku bilang tidak dan aku langsung setop taksi. Gile aja, masak naik ojeq yg resiko nyawa-nya lebih gede kok bayarnya sama dengan naik taksi. Dasar tukang Ojeq gak belajar teori Ekonomi. :D

 


Posted at 04:10 pm by bank_al
Comments (3)  




Previous Page Next Page



bank_al
My name is Alfred Alinazar. People call me "bank al". If you meet someone called himself "bank al", he's most probably me.

[ online ]



   





<< November 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30






Contact Me

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:




rss feed