Namaku Bank Al
Catatan Petualangan, Pemikiran dan Harapan



Monday, March 28, 2005
komunikasi perintah

Dalam kehidupan sehari-hari ataupun aktivitas di tempat kerja, seringkali kita dihadapkan pada begitu banyaknya pekerjaan yg harus dikerjakan sehingga kita butuh bantuan orang lain untuk mengerjakan beberapa bagian dari pekerjaan kita. Apapun posisi anda (tidak harus posisi manager), selama anda bekerja dalam sebuah team, maka proses pendelegasian (dalam bahasa sederhananya mencari bantuan) ini akan dibutuhkan dan akan sangat membantu jika bisa dilakukan dengan benar.

Walaupun pendelegasian ini seringkali sangat membantu, namun kadangkala juga pendelegasian ini malah justru menimbulkan masalah baru. Masalah baru bisa berupa keterlambatan, pekerjaan tidak dilakukan seperti yg diinginkan ataupun biaya yang tidak tidak terkontrol.

Salah satu penyebab timbulnya masalah-masalah ini adalah karena ketidakmampuan kita mengkomunikasikan perintah sehingga orang yang dimintai bantuan tidak bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan yang kita inginkan dan dalam waktu yang kita harapkan.

Pemberian perintah ini pada dasarnya bisa dibagi menjadi dua cara, yaitu:
  1. Instruksi
  2. Delegasi

Pemberian perintah dengan cara instruksi menuntut langkah-langkah yg detail dan tidak membuka ruang bagi pelaksana perintah untuk berimprovisasi. Sebuah instruksi yang tidak lengkap akan menimbulkan hasil yang tidak terduga-duga.
Sebagai contoh: Anda menyuruh pembantu anda membeli rokok. Anda hanya memberinya uang dan menyuruhnya membeli rokok. Tiba2 dia datang dengan rokok kretek, padahal anda hanya suka dengan rokok filter. Ini adalah contoh sebuah instruksi yg tidak lengkap.
Siapa yg salah ? yg memberi instruksi lah, wong instruksinya nggak lengkap kok. :)

Cara pemberian perintah yg lainnya adalah pendelegasian. Dengan cara ini kita memberikan ruang bagi si penjalan perintah untuk berimprovisasi, tidak seperti instruksi.
Oleh karena kita memberikan ruang bagi penjalan perintah untuk berimprovisasi, kita butuh beberapa langkah untuk menjamin perintah bisa dijalankan sesuai dengan yg kita harapkan.

Apa sajakah yg dibutuhkan untuk mendelegasikan sesuatu ? Ada 3 hal yang harus kita komunikasikan dalam pendelegasian, yaitu:
  1. Latar belakang dan Tujuan yang ingin dicapai
      Jelaskan pada si pelaksana apa yg ingin kita capai dalam tugas tersebut sehingga si pelaksana
      bisa berpikir langkah2 apa yg harus dilakukannya untuk mendapatkan tujuan
  2. Tenggang Waktu (kapan kita ingin proyek ini selesai)
      Jika ini tak dikomunikasikan, bisa jadi si pelaksana berpikri bahwa pekerjaan ini bisa menunggu
      hingga 2 bulan untuk selesai, sementara kita hanya ingin 1 minggu sudah selesai. 
      Pengkomunikasian deadline ini menjamin persamaan presepsi antara kita dan pelaksana
  3. Batasan-batasan
      Pelaksana harus tahu apa saja yg bisa dia lakukan dan apa yg tidak boleh dia lakukan.
      Dengan mengkomunikasikan batasan-batasan ini, kita bisa menghindari masalah-masalah baru
      yang mungkin timbul karena ketidak jelasan batasan-batasan.

Demikianlah kirannya summary yg aku dapat dari sebuah siaran radio pagi ini ketika aku sedang menyupir menuju kantor. Semoga berguna buat teman-teman yang ingin memperkaya kemampuan leadershipnya.
Ada teman-teman yg pernah mengalami masalah karena lupa memikirkan ke 3 hal di atas ketika mendelegasikan sesuatu ?

Aku mah sering banget. :)

Posted at 05:42 pm by bank_al
Comments (2)  




Monday, March 21, 2005
Siapa sih Anne Ahira ?

Anne Ahira ? Aku pernah mendengar nama itu beberapa bulan yg lalu. Namun aku tak ingat lagi sampai hari ini tiba-tiba ada forwardan pada sebuah milis yg menyinggung namanya. Yg membuatku begitu tertarik adalah ulasan di kompas yg menyatakan bahwa Anne Ahira itu begitu terkenalnya sehingga patut disejajarkan dengan Susi Susanti. Wow, sebagai pengagum Susi Susanti dan sebagai pemain badminton (walaupun kalau main sering kalah) tentu saja aku ingin cari tahu lebih banyak tentang Anne Ahira dong ya ? :)

Tentu saja Mister Google adalah teman yg tepat untuk bertanya. Kutuliskan saja Anne Ahira pada dan click search. Dan seperti biasa, bejibun pages bermunculan di search result yg seperti biasa akan membuatku bingung untuk memilih page mana yg sesuai dengan yg aku cari. (I'm not damn good at searching somethin on google). Dan kubukalah salah satu page mengenai Anne Ahira. Page tersebut menceritakan begitu banyak penghasilan yg bisa didapat oleh seorang Anne. Namun masih membuatku bingung karena aku tak menemukan bagaimana caranya dia bisa kaya. Ada kata kunci "internet marketing" pada website tersebut, yg langsung mengingatkanku pada sesuatu yg namanya MLM dan juga spam.

Informasi tersebut tak cukup buatku, dan oleh karenanya daku terus mencari.
Rupanya hari ini aku sedang mujur. Nggak sengaja daku menclok pada blog seorangyg bernama Priyadi yg membuka mataku tentang siapa Anne Ahira ini.  Well, dari situlah baru aku sadar dan teringat kembali bahwa aku memang pernah membuka website Anne tersebut dulu, namun karena tak tertarik maka daku melupakannya. Aku memang tak tertarik pada MLM, karena menurutku yg namanya MLM itu hanya menawarkan omong kosong.

Rupanya Anne Ahira ini memang sedang mengisi hariku pada hari ini. Tiba-tiba saja di mailboxku di yahoo kutemukan sebuah e-mail yg subject-nya "tawaran kerja sama". Pada awalnya aku tak tahu apa yg ditawarkan si penulis ini. Dia mengaku menemukan nama dan alamat saya pada situs ilmukomputer.com. Selintas aku terpikir bahwa orang ini barangkali akan menawarkan sebuah kerja sama berbentuk penulisan atau sesuatulah mengingat hasil karyaku pada situs tersebut adalah sebuah tulisan yg berjudul pengantar cisco router.

Setelah kutanya balik apa yg ditawarkan, barulah aku sadar bahwa orang ini adalah orang yg bergabung dengan bisnis-nya Anne Ahira. Wow, sebuah kesempatan buatku untuk bertanya lebih jauh. Siapa tahu khan Priyadi dalam blog-nya mempunyai opini pribadi yg tidak benar tentang Anne Ahira ?

Berikut adalah bait-bait e-mail yg aku kirimkan pada orang tersebut:
---- start quote ----
Tadi pagi saya dapat forward-an e-mail di milis
tentang Anne Ahira. Keingin-tahuan saya membuat saya
iseng2 melihat di google siapa itu Anne Ahira.
Ternyata saya temukan pendapat pro dan kontra
mengenainya.

Saya sendiri tak paham peris sebenarnya apa yg
dilakukan oleh Anne Ahira dan anda-anda sekalian ini.,
karena di website itu, dan juga yg anda kirim tak
disebutkan secara lebih jelas apa yg anda tawarkan.

Bisa diberi penjelasan lebih lanjut ? apa yg anda
maksud dengan internet marketing ? Asumsi saya, dalam
sebuah internet marketing ini tentunya ada sebuah
produk yg ditawarkan. Produk apa yg ditawarkan ? (saya
belum menemukannya dari website yg anda tuliskan). Dan
bagaimana bentuk kerja sama yg anda tawarkan
?
----- end quote----

Aneh, sebelumnya dia menjawab begitu cepat. Begitu kutanyakan pertanyaan sederhana di atas dia langsung menghilang tak menjawab e-mailku lagi hingga aku menuliskan blog ini.
Apa boleh buat, tahi kambing bulat-bulat, barangkali memang bisnis yg ditawarkan Anne Ahira ini memang bukan sesuatu yg layak jual (kecuali buat orang yg mudah tertipu karena iming2 cepat kaya). Oleh karenanya, pencarian tentang Anne Ahira aku akhiri di sini.

Posted at 08:02 pm by bank_al
Comments (20)  




Friday, March 04, 2005
Judging or Perceiving

Andai teman-teman pernah berkunjung ke kamar kost-ku, atau ke kamarku sewaktu aku masih single dahulu, tentu teman-teman akan tahu seperti apa yg namanya kapal pecah itu. Atau kalau nggak mau sebegitu dramatis, katakanlah kamarku seperti mikrolet terbalik deh.
Anehnya, aku sendiri tak pernah merasakan ketidak nyamanan di dalam mikrolet terbalik itu walaupun sebagian teman-temanku suka menggeleng2kan kepalanya ketika melihatku demikian.

Setelah aku menikah dengan Dinda tercinta, suasana kamar berubah. Kamarku selalu rapi. Dinda senang sekali merapikan kamar dan menata rumah. Aku kadang suka kena semprot karena menaruh baju kotor sembarangan, menggeletakkan buku yg habis dibaca seenaknya, dan juga lupa mengijak keset ketika keluar dari kamar mandi sehingga bikin lantai becek.

Walaupun sering kena omel, namun aku tidak sakit hati dan senyum saja. Aku sadar bahwa style kami berbeda. Dan ini juga sering aku lihat terjadi pada kedua orang tuaku dulu. Beda- nya, Ayahku yg senang dengan keteraturan, sementara Ibuku style-nya cuek bebek acak adul seperti aku.

Beberapa hari ini, aku baru sadar bahwa sebenarnya perbedaan style antara aku dan Dinda ini sebenarnya bukan hal baru di ilmu psikologi. Ada sebuah test kepribadian yg populer digunakan oleh para psikolog yg dinamakan MBTI test. Test ini didasarkan oleh teorinya Tante Myerr dan Briggs, sehingga terciptalah indikasi yg dinamakan Myers Briggs Type Indicator.

Salah satu pengkategorian yg dilakukan pada MBTI adalah kategori berdasarkan stye yg disukai pada kehidupan sehari-hari. Apakah Judging ? atau Perceiving ?

Seseorang yg menyukai hidup dengan teratur, memiliki jadwal yg terorganisir, lingkungan yg teratur, dan serba keteraturan dikenal dengan style Judging. Sedangkan yg lebih suka dengan hidup santai, selalu terbuka pada peluang, flexible, senang dengan kejutan, dan hidupnya mengalir seperti air adalah yg dikenal dengan style Perceiving.

Contoh di atas memperlihatkan bahwa aku adalah seorang yg P, sementara dinda adalah seseorang yg J.  Sebenarnya sudah lama aku melakukan MBTI Test, dan tahu bahwa aku adalah seorang ENTP (Extrovert Intuitive Thinking Perceiving). Namun baru kali ini aku sadari bahwa implementasinya dalam bentuk nyata, yaitu bagaimana menjelaskan aku dan Dinda.

Tentu saja akan lebih menarik lagi kalau dikupas juga apa itu komponen E, N dan T. Dengan pengetahuan akan tipe kepribadian ini, kita akan lebih mudah memahami orang, mengerti orang, dan beradaptasi.
Lantas kapan dong bank al jelasin yg E, N dan T-nya ? Kapan2 deh kalau sempat.... he he he

Teman2 sendiri gimana ? termasuk Judging atau Perceiving ? 

Posted at 07:46 pm by bank_al
Comments (3)  




Thursday, February 17, 2005
Faktor Keberuntungan - Bagian 10

Faktor Keberuntungan – Bagian 10

Prinsip 3: Expect good fortune

Sub Prinsip 2: Lucky people expect their good luck to continue in the future

Kali ini Om Wiseman menemukan hubungan harapan dan keberuntungan. Survey terhadap kelompok beruntung dan kelompok tak beruntung menunjukkan presentasi yg signifikan yg menyatakan bahwa orang-orang beruntung itu memiliki harapan yg besar (bahkan bisa dikatkan yakin) bahwa keberuntungan akan selalu menyertainya. Orang-orang kelompok beruntung percaya bahwa keberuntungan-keberuntungan yg didapatinya selama ini akan terus berlanjut didapatinya.

Menurut Om Wiseman, dengan adanya harapan yg kuat tersebut, secara tak sadar si beruntung akan mengubah sikap-nya sehingga akhirnya keberuntungan itu memang datang.

Barangkali kita pernah mengalami hal-hal yg serupa namun tak menyadarinya. Bayangkan suatu saat anda sedang dalam kondisi kusut. Ada begitu banyak masalah yg harus diselesaikan sehingga hari itu terasa berat sekali buat anda. Tiba-tiba anda bertemu dengan seorang Paranormal yg sangat anda percaya kepiawaiannya meramal. Si Paranormal memegang tangan anda, membaca telapak tangan anda, mengamati raut wajah anda, dan kemudian berkata,"Dalam waktu dekat kamu akan mendapatkan rezeki nomplok". Setelah mendengar ramalan si paranormal itu wajah anda akan berubah menjadi ceria (yg tadinya kusut kayak baju belum disertika). Dan ternyata memang tak lama kemudian anda mendapatkan rejeki nomplok itu.

----------- cut ------------

Sengaja aku cut, supaya nggak kepanjangan.
Kalau mau baca tulisan lengkapnya, silahkan ikuti link di bawah ini.
http://www.geocities.com/bank_al/writing/LuckFactor/LuckFactor10.htm

Jangan lupa tulis comment ya kalo dah baca. :)


Posted at 12:39 pm by bank_al
Comments  




Next Page



bank_al
My name is Alfred Alinazar. People call me "bank al". If you meet someone called himself "bank al", he's most probably me.

[ online ]



   





<< March 2005 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31






Contact Me

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:




rss feed