 |
 |
 |
 |
 |
|
Monday, January 31, 2005
Pernah nonton film "the terminal" yg dibintangi Tom Hank ? Film ini menceritakan tentang Victor Navorsky (yg diperankan oleh Tom Hank) yg terdampar di bandara new york. Victor yg berkebangsaan Kra-kozhia ini tak bisa masuk ke AS karena visa-nya dicancel sehubungan dengan negaranya yg sedang dikudeta. Victor juga nggak bisa kembali ke negara-nya karena negaranya secara teknis nggak ada, wong sedang dikudeta dan pemerintahan legal-nya nggak ketahuan siapa.
Akhirnya Victor terdampar di bandara (disebut juga terminal) New York , tak bisa kembali ke negeri-nya, dan juga nggak bisa masuk ke AS.
Singkat cerita, setelah berbulan-bulan Victor terdampar di sana dengan sabar, akhirnya Victor bisa masuk ke AS. Dan yg sangat menggugah hatiku adalah kesabaran Victor untuk menunggu saat itu tiba. Bayangkan, Victor terdampar di airport itu hingga 9 bulan (kalau nggak salah) untuk bisa masuk ke AS. Dan tujuannya ke AS hanya untuk minta tanda tangan dari seorang pemain Jazz terkenal karena dia telah berjanji pada ayah-nya (sebelum ayahnya meninggal) bahwa dia akan mendapatkan tanda-tangan dari pemain Jazz itu.
Berkali-kali Victor menyebutkan "OK, I will wait." pada film itu setiap kali permohonan Visa-nya ditolak. Victor juga menyebutkan bahwa "life is waiting". Dan kesabaran serta keteguhannya berjuang itulah yg memberikan hasil bagi Victor.
Kenapa hari ini si bank al ngomongin film Terminal ?
Karena sudah beberapa hari ini bank al janjian untuk bicara hal penting dengan Boss Besar alias Country Manager-ku. Ada beberapa kebijakan baru yg membuatku tak puas. Dan aku ingin mendiskusikan masalah ini dengannya.
Si Boss berjanji bersedia untuk membicarakan hal ini. Namun hingga hari ini belum kesampaian.
Pada saat pertama aku membicarakannya, dia menolak. Dia memintaku untuk menyelesaikan dulu sebuah pekerjaan sebelum mendiskusikan ini. Pekerjaan itu sudah selesai, dan aku menemuinya. Ketika dia kutemui, dia menjawab sedang sibuk dan akan bepergian, sehingga akhirnya diskusi ditunda lagi sampai dia kembali dari luar kota. Ketika dia kembali dari luar kota, dia lagi2 sibuk, dan aku tak bisa lagi membicarakan hal itu dengannya.
Demikianlah setiap aku datang ke meja-nya, dia selalu punya alasan untuk menolak. Dan tidak jarang aku harus menunggu dan menunggu lagi karena dia terbang ke luar kota.
Barusan saja aku dari meja-nya. Aku sudah berharap bisa berdiskusi hari ini, karena minggu kemarin dia sudah berjanji. Lagi2 aku datang pada saat yg tidak tepat. Dia tidak bersedia, dan memintaku untuk datang lagi besok pagi sebelum jam 8 untuk membicarakannya. Padahal besok pagi jam 11 dia sudah akan travelling lagi ke Batam.
OK, I'll wait. I'll see him again tomorrow morning. Life is waiting, isn't it ?
Posted at 07:19 pm by bank_al
PermaLink
Monday, January 24, 2005
Beberapa minggu ini aku begitu sibuk pergi ke laut, entah kenapa tugas kok datangnya musiman begini kayak cuaca aja. Selain kesibukan travelling, kesibukan audit dan CSA test juga menyita sebagian besar waktuku sehingga blogger ini sempat tak terupdate beberapa minggu.
Hari ini Alhamdulillah mulai longgar, dan daku bisa menulis blog tentang salah satu perjalananku naik boat beberapa minggu yg lalu.
Alkisah, beberapa minggu yg laku aku terdampar lagi di tengah laut (kami kadang menyebutnya "in the middle of nowhere"). Kunjungan kali ini cukup membuat stress, karena ada beberapa pekerjaan yg membuatku tergantung pada rekan di Houston. Dan time difference benar2 membuat jadwal tidurku jadi nggak karuan. Benar2 kunjungan yg melelahkan.
Singkat cerita, aku akhirnya berhasil menyelesaikan pekerjaanku beberapa menit sebelum boat berangkat dari Rig. Dan aku berhasil ikut naik boat tersebut. Namun karena begitu sibuknya, aku tak sempat makan pagi - apalagi makan siang - sebelum boat berangkat. Agak heran ketika melihat crew boat membawa ember-ember besar ke dalam kabin. Dan dengan spontan kutanya,"Emangnya ada yg bocor ya ?". Hari itu hujan, sehingga pertanyaan spontan itu terlontar dari mulutku.
Si crew menjawab sambil tersenyum,"Boat-nya sih nggak bocor, tapi orangnya yg bocor."
Pada awalnya aku menanggapi jawaban si crew itu dengan senyum. Kupikir dia becanda.
Setelah boat berlari, aku baru sadar bahwa yg dimaksud si crew itu benar. Boat melaju dengan sangat kencang dan menabrak ombat bertubi-tubi. Akibatnya boat meloncat ke atas dan jatuh bebas ke bawah, menggeleng ke kiri dan ke kanan, mengangguk ke depan dan ke belakang. Perahu Ayun Kora-kora, Halilintar dan berbagai mainan aneh2 di Dufan tampaknya tak ada artinya lagi dibanding ayunan boat. Jangankan orang, tong-tong kaleng yg ada di boat aja terlempar-lempar karena goncangan yg begitu hebatnya.
Boat kali ini begitu penuh, sehingga aku harus duduk di kursi dan tak bisa berbaring di kursi. Salah satu teknik yg bisa kugunakan untuk menahan mabuk adalah dengan memejamkan mata dan meletakkan kedua tanganku di perut agar isi perutku tak terguncang ketika boat berguncang. Teknik ini aku curi dari teknik jatuh dalam ilmu bela diri. Pada 1 jam pertama, taktik ini berhasil. Aku bisa bertahan dengan baik, sementara beberapa teman sudah mulai "bocor" dan mengisi tong-tong besar yg telah disediakan crew boat tadi. Sebagian menyumpah-nyumpah dengan bahasa-bahasa kotor seperti film mafia. Seorang teman dengan tato jangkar di bahu dan tato lumba-lumba di dada aja "bocor" (alias muntah) juga karena begitu hebatnya goncangan boat.
Namun, akhirnya aku tak tahan, dalam bela diri tidak diajari untuk bertahan dibanting2 selama 1 jam tanpa henti. Aku capek juga mengatur napas dan menahan perut, dan akhirnya aku tergoda untuk duduk. Itulah kesalahan besar yg aku lakukan. Once aku duduk, isi perutku langsung teraduk-aduk, dan akhirnya aku "nembak" juga.
Setelah kupindahkan sebagaian isi perutku ke ember, aku memutuskan untuk mencari taktik lain supaya nggak makin parah. Aku teringat pesan seorang teman yg kebetulan seorang kapten angkatan laut. Temanku bilang bahwa berbaring searah dengan laju kapal bisa digunakan tuk mengatasi mabuk. Tanpa berpikir panjang lagi, aku langsung tiduran di lantai boat yg dingin itu.
Ternyata memang manjur. Walaupun dingin, namun aku tak mabuk lagi dan bisa bertahan 1 jam lagi tanpa pusing sedikitpun - apalagi muntah.
Well, demikianlah sedikit cerita tentang mabuk laut. Siapa tahu teman2 suatu saat naik kapal dan menjumpai kasus yg sama. Jangan lupa berbaringlah searah dengan laju kapal, maka goncangan tak akan terasa dan mabuk bisa dihindari.
Posted at 01:21 pm by bank_al
PermaLink
Monday, January 10, 2005
Gathering bersama teman milis
Minggu2 ini aku sibuk, tak banyak yg bisa kutulis. Kunjungan ke Rig yg bertubi-tubi membuatku tak sempat menulis, dan juga bahkan tak sempat kumpul-kumpul lagi bersama teman-teman. Namun hari minggu kemarin aku beruntung, bisa menyelipkan waktu sehari tuk berkumpul bersama teman-teman yg salam kukenal di milis psikologi, yg baru pertama kali itu mengadakan jumpa darat.
Teman-teman milis ini memang asyik punya. Tak hanya akrab sebatas dunia jala-jala (internet), namun juga ternyata ramah-ramah, rame dan menyenangkan di dunia nyata.
Hari ini aku baru menulis sebuah cerita panjang banget tentang gathering tersebut ke milis. Sayangnya karena begitu banyak tokoh yg kusebut di tulisan itu, yg tokoh tersebut adalah tokoh milis, jadinya aku tak copy tulisan tersebut ke blogger. Ntar nggak nyambung lagi.
Eh, komunitas blogger gimana yak ? suka jumpa darat juga ndak ya ?
Posted at 07:37 pm by bank_al
PermaLink
Tuesday, January 04, 2005
Tak banyak yg bisa kutulis untuk mengawali tahun 2005 ini. Eh, banyak sih sebenernya, tapi karena badan lagi capek, dan juga nggak fit, makanya nggak bisa nulis banyak. :)
Yg jelas, tanggal 31 desember 2004 malam, aku resmi pindah ke rumah baru. Dan pagi hari pertama di tahun 2005 aku lewati di rumah baru.
Apa lagi ya yg mau kutuliskan ? oh iya, Selamat Tahun baru 2005 buat teman2 semua.
Wish you all the best.
Posted at 06:48 pm by bank_al
PermaLink
|
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
 |
|
 |