 |
 |
 |
 |
 |
|
Friday, March 04, 2005
Andai teman-teman pernah berkunjung ke kamar kost-ku, atau ke kamarku sewaktu aku masih single dahulu, tentu teman-teman akan tahu seperti apa yg namanya kapal pecah itu. Atau kalau nggak mau sebegitu dramatis, katakanlah kamarku seperti mikrolet terbalik deh.
Anehnya, aku sendiri tak pernah merasakan ketidak nyamanan di dalam mikrolet terbalik itu walaupun sebagian teman-temanku suka menggeleng2kan kepalanya ketika melihatku demikian.
Setelah aku menikah dengan Dinda tercinta, suasana kamar berubah. Kamarku selalu rapi. Dinda senang sekali merapikan kamar dan menata rumah. Aku kadang suka kena semprot karena menaruh baju kotor sembarangan, menggeletakkan buku yg habis dibaca seenaknya, dan juga lupa mengijak keset ketika keluar dari kamar mandi sehingga bikin lantai becek.
Walaupun sering kena omel, namun aku tidak sakit hati dan senyum saja. Aku sadar bahwa style kami berbeda. Dan ini juga sering aku lihat terjadi pada kedua orang tuaku dulu. Beda- nya, Ayahku yg senang dengan keteraturan, sementara Ibuku style-nya cuek bebek acak adul seperti aku.
Beberapa hari ini, aku baru sadar bahwa sebenarnya perbedaan style antara aku dan Dinda ini sebenarnya bukan hal baru di ilmu psikologi. Ada sebuah test kepribadian yg populer digunakan oleh para psikolog yg dinamakan MBTI test. Test ini didasarkan oleh teorinya Tante Myerr dan Briggs, sehingga terciptalah indikasi yg dinamakan Myers Briggs Type Indicator.
Salah satu pengkategorian yg dilakukan pada MBTI adalah kategori berdasarkan stye yg disukai pada kehidupan sehari-hari. Apakah Judging ? atau Perceiving ?
Seseorang yg menyukai hidup dengan teratur, memiliki jadwal yg terorganisir, lingkungan yg teratur, dan serba keteraturan dikenal dengan style Judging. Sedangkan yg lebih suka dengan hidup santai, selalu terbuka pada peluang, flexible, senang dengan kejutan, dan hidupnya mengalir seperti air adalah yg dikenal dengan style Perceiving.
Contoh di atas memperlihatkan bahwa aku adalah seorang yg P, sementara dinda adalah seseorang yg J. Sebenarnya sudah lama aku melakukan MBTI Test, dan tahu bahwa aku adalah seorang ENTP (Extrovert Intuitive Thinking Perceiving). Namun baru kali ini aku sadari bahwa implementasinya dalam bentuk nyata, yaitu bagaimana menjelaskan aku dan Dinda.
Tentu saja akan lebih menarik lagi kalau dikupas juga apa itu komponen E, N dan T. Dengan pengetahuan akan tipe kepribadian ini, kita akan lebih mudah memahami orang, mengerti orang, dan beradaptasi.
Lantas kapan dong bank al jelasin yg E, N dan T-nya ? Kapan2 deh kalau sempat.... he he he
Teman2 sendiri gimana ? termasuk Judging atau Perceiving ?
Posted at 07:46 pm by bank_al
PermaLink
Thursday, February 17, 2005
Faktor Keberuntungan - Bagian 10
Faktor Keberuntungan – Bagian 10
Prinsip 3: Expect good fortune
Sub Prinsip 2: Lucky people expect their good luck to continue in the future
Kali ini Om Wiseman menemukan hubungan harapan dan keberuntungan. Survey terhadap kelompok beruntung dan kelompok tak beruntung menunjukkan presentasi yg signifikan yg menyatakan bahwa orang-orang beruntung itu memiliki harapan yg besar (bahkan bisa dikatkan yakin) bahwa keberuntungan akan selalu menyertainya. Orang-orang kelompok beruntung percaya bahwa keberuntungan-keberuntungan yg didapatinya selama ini akan terus berlanjut didapatinya.
Menurut Om Wiseman, dengan adanya harapan yg kuat tersebut, secara tak sadar si beruntung akan mengubah sikap-nya sehingga akhirnya keberuntungan itu memang datang.
Barangkali kita pernah mengalami hal-hal yg serupa namun tak menyadarinya. Bayangkan suatu saat anda sedang dalam kondisi kusut. Ada begitu banyak masalah yg harus diselesaikan sehingga hari itu terasa berat sekali buat anda. Tiba-tiba anda bertemu dengan seorang Paranormal yg sangat anda percaya kepiawaiannya meramal. Si Paranormal memegang tangan anda, membaca telapak tangan anda, mengamati raut wajah anda, dan kemudian berkata,"Dalam waktu dekat kamu akan mendapatkan rezeki nomplok". Setelah mendengar ramalan si paranormal itu wajah anda akan berubah menjadi ceria (yg tadinya kusut kayak baju belum disertika). Dan ternyata memang tak lama kemudian anda mendapatkan rejeki nomplok itu.
----------- cut ------------
Sengaja aku cut, supaya nggak kepanjangan.
Kalau mau baca tulisan lengkapnya, silahkan ikuti link di bawah ini.
http://www.geocities.com/bank_al/writing/LuckFactor/LuckFactor10.htm
Jangan lupa tulis comment ya kalo dah baca. :)
Posted at 12:39 pm by bank_al
PermaLink
Wednesday, February 16, 2005
Minggu yg lalu, tepatnya pada tahun baru China dan tahun baru Hijriyah aku ke Yogya mengunjungi adik2 dan sodara2 di Yogya. Saat itu Yogya sedang heboh karena ada issue yg mengatakan bahwa Yogya akan diterpa badai dari Austarlia. Berita kedatangan badai ini ada 2 versi, dari versi teknilogi dan dari versi mistis. Versi teknologi adalah laporan dari sebuah lembaga meteorologi yg aku lupa namanya. Versi mistisnya adalah mimpi Sri Sutan yg mengisyaratkan hal yg sama.
Issue ini menjadi makin berkembang karena masyarakat Yogya masih banyak yg percaya mistis. Konon, dalam beberapa hari penduduk Yogya melakukan berbagai upacara agar bencana tersebut bisa ditangkal. Upacara model begini nggak hanya terjadi di kampung2, namun terjadi juga di mesjid-mesjid dan tempat ibadah.
Akhirnya, dikhabarkan lagi Sri Sultan kemudian berkomunikasi dengan Kanjeng Ratu Kidul (yg sekarang menjadi bitang film dan dikenal dengan Nyi Roro Kidul). Hasil komunikasi ini adalah 3 tawaran dari Kanjeng Ratu kepada Sri Sultan.
Sri Sultan disuruh memilih 1 diantara 3 pilihan bencana, yaitu:
1. Hujan badai yg mengakibatkan banjir
2. Gempa Bumi
3. Panas berkepanjangan yg mengakibatkan kekeringan
Dari ketiga pilihan itu, Sri Sultan memilih yg nomer 3, yaitu panas berkepanjangan. Walhasil, ketika aku mendarat di Yogya (pada tanggal 9), Yogya memang panas minta ampun. Sumuk banget deh pada saat itu di Yogya. Walaupun aku tak percaya mistis, hari itu situasi memang mendukung, sehingga aku cuma manggut2 aja mendengar cerita itu.
Esok harinya, rupanya cerita jadi berbeda. Karena hujan mulai turun, dan bahkan tak henti2 dari pagi hingga malam. Aku nyengir, dan nyeletuk, "Wah, rupanya Kanjeng Ratu lagi istirahat... makanya sekarang hujan...."
Entahlah bagaimana perkembangan issue ini sekarang. Aku tak tahu lagi, karena saat ini daku tlah sampai lagi di Jakarta.
Posted at 09:28 am by bank_al
PermaLink
Monday, February 14, 2005
Tanggal 14 February barangkali adalah sebuah tanggal yg istimewa buat pasangan-pasangan yg sedang memadu kasih, buat seorang anak yg mencintai saudara-nya, dan buat orang-orang penuh cinta yg merayakan hari ini sebagai hari kasih sayang.
Namun buatku, hari ini jauh lebih special daripada itu sejak setahun yg lalu. Pada tanggal 14 February setahun yg lalu, pada jam yg sama dengan saat aku menulis blog ini, aku sedang tersenyum sangat bahagia bersalaman dengan para tamu yg datang ke tempat kami di Bantul.
Beberapa jam sebelumnya, aku melangsungkan Akad Nikah yg menjadikan hidupku lengkap dengan hadirnya seorang kekasihku sahabatku yg saat itu resmi menjadi istriku.
Tak terasa, setahun berlalu sudah. Seperti baru kemarin rasanya aku besanding dengan Tety Kuswandari (yg selalu kupanggil Dinda hingga sekarang). Inilah dia foto-ku yg diambil pada tanggal yg sama setahun yg lalu.
Begitu banyak rasa yg berbunga di hati ini pada saat ini yg tak bisa kutuliskan dengan kata-kata. Hanya rasa syukur kepada-NYA atas anugerah yg diberikan-NYA kepadaku dengan mempertemukanku pada kekasih hati yg telah sekian lama kucari dan sekarang bersamaku melewati hari-hari. Dan tentu saja ucapan terima kasih-ku untuk kekasihku Tety Kuswandari, yg telah membuat hari-hariku menjadi hari-hari yg sangat indah sejak 14th February tahun lalu.
Happy Wedding Anniversary bank al dan Tety
Posted at 01:25 pm by bank_al
PermaLink
|
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
 |
|
 |