 |
 |
 |
 |
 |
|
Thursday, February 17, 2005
Faktor Keberuntungan - Bagian 10
Faktor Keberuntungan – Bagian 10
Prinsip 3: Expect good fortune
Sub Prinsip 2: Lucky people expect their good luck to continue in the future
Kali ini Om Wiseman menemukan hubungan harapan dan keberuntungan. Survey terhadap kelompok beruntung dan kelompok tak beruntung menunjukkan presentasi yg signifikan yg menyatakan bahwa orang-orang beruntung itu memiliki harapan yg besar (bahkan bisa dikatkan yakin) bahwa keberuntungan akan selalu menyertainya. Orang-orang kelompok beruntung percaya bahwa keberuntungan-keberuntungan yg didapatinya selama ini akan terus berlanjut didapatinya.
Menurut Om Wiseman, dengan adanya harapan yg kuat tersebut, secara tak sadar si beruntung akan mengubah sikap-nya sehingga akhirnya keberuntungan itu memang datang.
Barangkali kita pernah mengalami hal-hal yg serupa namun tak menyadarinya. Bayangkan suatu saat anda sedang dalam kondisi kusut. Ada begitu banyak masalah yg harus diselesaikan sehingga hari itu terasa berat sekali buat anda. Tiba-tiba anda bertemu dengan seorang Paranormal yg sangat anda percaya kepiawaiannya meramal. Si Paranormal memegang tangan anda, membaca telapak tangan anda, mengamati raut wajah anda, dan kemudian berkata,"Dalam waktu dekat kamu akan mendapatkan rezeki nomplok". Setelah mendengar ramalan si paranormal itu wajah anda akan berubah menjadi ceria (yg tadinya kusut kayak baju belum disertika). Dan ternyata memang tak lama kemudian anda mendapatkan rejeki nomplok itu.
----------- cut ------------
Sengaja aku cut, supaya nggak kepanjangan.
Kalau mau baca tulisan lengkapnya, silahkan ikuti link di bawah ini.
http://www.geocities.com/bank_al/writing/LuckFactor/LuckFactor10.htm
Jangan lupa tulis comment ya kalo dah baca. :)
Posted at 12:39 pm by bank_al
PermaLink
Wednesday, February 16, 2005
Minggu yg lalu, tepatnya pada tahun baru China dan tahun baru Hijriyah aku ke Yogya mengunjungi adik2 dan sodara2 di Yogya. Saat itu Yogya sedang heboh karena ada issue yg mengatakan bahwa Yogya akan diterpa badai dari Austarlia. Berita kedatangan badai ini ada 2 versi, dari versi teknilogi dan dari versi mistis. Versi teknologi adalah laporan dari sebuah lembaga meteorologi yg aku lupa namanya. Versi mistisnya adalah mimpi Sri Sutan yg mengisyaratkan hal yg sama.
Issue ini menjadi makin berkembang karena masyarakat Yogya masih banyak yg percaya mistis. Konon, dalam beberapa hari penduduk Yogya melakukan berbagai upacara agar bencana tersebut bisa ditangkal. Upacara model begini nggak hanya terjadi di kampung2, namun terjadi juga di mesjid-mesjid dan tempat ibadah.
Akhirnya, dikhabarkan lagi Sri Sultan kemudian berkomunikasi dengan Kanjeng Ratu Kidul (yg sekarang menjadi bitang film dan dikenal dengan Nyi Roro Kidul). Hasil komunikasi ini adalah 3 tawaran dari Kanjeng Ratu kepada Sri Sultan.
Sri Sultan disuruh memilih 1 diantara 3 pilihan bencana, yaitu:
1. Hujan badai yg mengakibatkan banjir
2. Gempa Bumi
3. Panas berkepanjangan yg mengakibatkan kekeringan
Dari ketiga pilihan itu, Sri Sultan memilih yg nomer 3, yaitu panas berkepanjangan. Walhasil, ketika aku mendarat di Yogya (pada tanggal 9), Yogya memang panas minta ampun. Sumuk banget deh pada saat itu di Yogya. Walaupun aku tak percaya mistis, hari itu situasi memang mendukung, sehingga aku cuma manggut2 aja mendengar cerita itu.
Esok harinya, rupanya cerita jadi berbeda. Karena hujan mulai turun, dan bahkan tak henti2 dari pagi hingga malam. Aku nyengir, dan nyeletuk, "Wah, rupanya Kanjeng Ratu lagi istirahat... makanya sekarang hujan...."
Entahlah bagaimana perkembangan issue ini sekarang. Aku tak tahu lagi, karena saat ini daku tlah sampai lagi di Jakarta.
Posted at 09:28 am by bank_al
PermaLink
Monday, February 14, 2005
Tanggal 14 February barangkali adalah sebuah tanggal yg istimewa buat pasangan-pasangan yg sedang memadu kasih, buat seorang anak yg mencintai saudara-nya, dan buat orang-orang penuh cinta yg merayakan hari ini sebagai hari kasih sayang.
Namun buatku, hari ini jauh lebih special daripada itu sejak setahun yg lalu. Pada tanggal 14 February setahun yg lalu, pada jam yg sama dengan saat aku menulis blog ini, aku sedang tersenyum sangat bahagia bersalaman dengan para tamu yg datang ke tempat kami di Bantul.
Beberapa jam sebelumnya, aku melangsungkan Akad Nikah yg menjadikan hidupku lengkap dengan hadirnya seorang kekasihku sahabatku yg saat itu resmi menjadi istriku.
Tak terasa, setahun berlalu sudah. Seperti baru kemarin rasanya aku besanding dengan Tety Kuswandari (yg selalu kupanggil Dinda hingga sekarang). Inilah dia foto-ku yg diambil pada tanggal yg sama setahun yg lalu.
Begitu banyak rasa yg berbunga di hati ini pada saat ini yg tak bisa kutuliskan dengan kata-kata. Hanya rasa syukur kepada-NYA atas anugerah yg diberikan-NYA kepadaku dengan mempertemukanku pada kekasih hati yg telah sekian lama kucari dan sekarang bersamaku melewati hari-hari. Dan tentu saja ucapan terima kasih-ku untuk kekasihku Tety Kuswandari, yg telah membuat hari-hariku menjadi hari-hari yg sangat indah sejak 14th February tahun lalu.
Happy Wedding Anniversary bank al dan Tety
Posted at 01:25 pm by bank_al
PermaLink
Monday, January 31, 2005
Pernah nonton film "the terminal" yg dibintangi Tom Hank ? Film ini menceritakan tentang Victor Navorsky (yg diperankan oleh Tom Hank) yg terdampar di bandara new york. Victor yg berkebangsaan Kra-kozhia ini tak bisa masuk ke AS karena visa-nya dicancel sehubungan dengan negaranya yg sedang dikudeta. Victor juga nggak bisa kembali ke negara-nya karena negaranya secara teknis nggak ada, wong sedang dikudeta dan pemerintahan legal-nya nggak ketahuan siapa.
Akhirnya Victor terdampar di bandara (disebut juga terminal) New York , tak bisa kembali ke negeri-nya, dan juga nggak bisa masuk ke AS.
Singkat cerita, setelah berbulan-bulan Victor terdampar di sana dengan sabar, akhirnya Victor bisa masuk ke AS. Dan yg sangat menggugah hatiku adalah kesabaran Victor untuk menunggu saat itu tiba. Bayangkan, Victor terdampar di airport itu hingga 9 bulan (kalau nggak salah) untuk bisa masuk ke AS. Dan tujuannya ke AS hanya untuk minta tanda tangan dari seorang pemain Jazz terkenal karena dia telah berjanji pada ayah-nya (sebelum ayahnya meninggal) bahwa dia akan mendapatkan tanda-tangan dari pemain Jazz itu.
Berkali-kali Victor menyebutkan "OK, I will wait." pada film itu setiap kali permohonan Visa-nya ditolak. Victor juga menyebutkan bahwa "life is waiting". Dan kesabaran serta keteguhannya berjuang itulah yg memberikan hasil bagi Victor.
Kenapa hari ini si bank al ngomongin film Terminal ?
Karena sudah beberapa hari ini bank al janjian untuk bicara hal penting dengan Boss Besar alias Country Manager-ku. Ada beberapa kebijakan baru yg membuatku tak puas. Dan aku ingin mendiskusikan masalah ini dengannya.
Si Boss berjanji bersedia untuk membicarakan hal ini. Namun hingga hari ini belum kesampaian.
Pada saat pertama aku membicarakannya, dia menolak. Dia memintaku untuk menyelesaikan dulu sebuah pekerjaan sebelum mendiskusikan ini. Pekerjaan itu sudah selesai, dan aku menemuinya. Ketika dia kutemui, dia menjawab sedang sibuk dan akan bepergian, sehingga akhirnya diskusi ditunda lagi sampai dia kembali dari luar kota. Ketika dia kembali dari luar kota, dia lagi2 sibuk, dan aku tak bisa lagi membicarakan hal itu dengannya.
Demikianlah setiap aku datang ke meja-nya, dia selalu punya alasan untuk menolak. Dan tidak jarang aku harus menunggu dan menunggu lagi karena dia terbang ke luar kota.
Barusan saja aku dari meja-nya. Aku sudah berharap bisa berdiskusi hari ini, karena minggu kemarin dia sudah berjanji. Lagi2 aku datang pada saat yg tidak tepat. Dia tidak bersedia, dan memintaku untuk datang lagi besok pagi sebelum jam 8 untuk membicarakannya. Padahal besok pagi jam 11 dia sudah akan travelling lagi ke Batam.
OK, I'll wait. I'll see him again tomorrow morning. Life is waiting, isn't it ?
Posted at 07:19 pm by bank_al
PermaLink
|
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
 |
|
 |