Minggu yg lalu, tepatnya pada tahun baru China dan tahun baru Hijriyah aku ke Yogya mengunjungi adik2 dan sodara2 di Yogya. Saat itu Yogya sedang heboh karena ada issue yg mengatakan bahwa Yogya akan diterpa badai dari Austarlia. Berita kedatangan badai ini ada 2 versi, dari versi teknilogi dan dari versi mistis. Versi teknologi adalah laporan dari sebuah lembaga meteorologi yg aku lupa namanya. Versi mistisnya adalah mimpi Sri Sutan yg mengisyaratkan hal yg sama.
Issue ini menjadi makin berkembang karena masyarakat Yogya masih banyak yg percaya mistis. Konon, dalam beberapa hari penduduk Yogya melakukan berbagai upacara agar bencana tersebut bisa ditangkal. Upacara model begini nggak hanya terjadi di kampung2, namun terjadi juga di mesjid-mesjid dan tempat ibadah.
Akhirnya, dikhabarkan lagi Sri Sultan kemudian berkomunikasi dengan Kanjeng Ratu Kidul (yg sekarang menjadi bitang film dan dikenal dengan Nyi Roro Kidul). Hasil komunikasi ini adalah 3 tawaran dari Kanjeng Ratu kepada Sri Sultan.
Sri Sultan disuruh memilih 1 diantara 3 pilihan bencana, yaitu:
1. Hujan badai yg mengakibatkan banjir
2. Gempa Bumi
3. Panas berkepanjangan yg mengakibatkan kekeringan
Dari ketiga pilihan itu, Sri Sultan memilih yg nomer 3, yaitu panas berkepanjangan. Walhasil, ketika aku mendarat di Yogya (pada tanggal 9), Yogya memang panas minta ampun. Sumuk banget deh pada saat itu di Yogya. Walaupun aku tak percaya mistis, hari itu situasi memang mendukung, sehingga aku cuma manggut2 aja mendengar cerita itu.
Esok harinya, rupanya cerita jadi berbeda. Karena hujan mulai turun, dan bahkan tak henti2 dari pagi hingga malam. Aku nyengir, dan nyeletuk, "Wah, rupanya Kanjeng Ratu lagi istirahat... makanya sekarang hujan...."
Entahlah bagaimana perkembangan issue ini sekarang. Aku tak tahu lagi, karena saat ini daku tlah sampai lagi di Jakarta.